Print

PROGRAM PANEN AIR HUJAN MELALUI

PEMBANGUNAN SUMUR RESAPAN (SR)

DI KABUPATEN MALANG

(CCFI IUWASH YBUL)

LATAR BELAKANG

Kondisi Umum Kabupaten Malang

Secara geografis kabupaten Malang dibatasi 6 kabupaten: Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Kediri, Mojokerto, dan Blitar. Wilayah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia. Secara topografis, kabupaten Malang merupakan dataran tinggi yang dikelilingi beberapa gunung: bukit kapur, Tengger Semeru, Kawi Arjuno. Ada 9 gunung yang menjulang di Malang: Semeru, Bromo, Kawi, Kelud, Welirang, Panderman, Arjuno, Anjasmoro, Batok dan Kendeng. Kondisi topografi seperti ini menggambarkan keberadaan kawasan hutan, serta sumber air yang amat mencukupi. Sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur, Brantas, hulunya berada di Kota Batu dan kabupaten Malang. Kabupaten ini mencakup wilayah seluas 3,500 km2 yang terdiri dari 33 kecamatan, 12 wilayah urban dan 378 pedesaan. Jumlah penduduk sekitar 2.5 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di kabupaten Malang cukup tinggi, sekitar 2.14%.

Salah satu dampak signifikan dari pertumbuhan penduduk adalah terus dibutuhkannya lahan baik untuk pertanian maupun pemukiman. Perubahan tata guna lahan ini termasuk penggundulan hutan, sehingga seringkali mengabaikan daya dukung lingkungan, Dengan demikian, banyak mata air yang kemudian berkurang debitnya secara drastis. Dari sekitar 870 mata air di kabupaten Malang, sepertiga sudah berkurang debitnya secara drastis, dan banyak sudah dalam kondisi kritis. Salah satu dampak langsung adalah berkurangnya layanan PDAM Malang yang melayani lebih dari 90,000 pelanggan. Pemerintah Daerah sudah berupaya mengembalikan debit mata air yang mengalami degradasi tersebut, namun masih banyak yang perlu ditingkatkan lagi.

Upaya untuk mengembalikan daya dukung sumber air antara lain termasuk penghijauan wilayah imbuhan air (recharge areas), namun dampaknya akan makan waktu lama. Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat, salah satunya adalah membuat sumur resapan (SR) untuk dapat segera memperkaya urat-urat air dalam tanah (akifer) sehingga diharapkan dapat lebih cepat menambah debit ke mata air. Areal yang dipilih sebagai ujicoba untuk program ini ada dua: mata air Ubalan di Ngajum; dan mata air Polaman dan Mlaten di Lawang.

Lokasi pembangunan SR di mata air Ubalan meliputi wilayah imbuhan air di desa Balesari, kecamatan Ngajum; sedangkan wilayah imbuhan air untuk dua mata air: Polaman dan Mlaten meliputi 3 desa di Lawang: Kalirejo, Bedali dan Toyomarto. Wilayah imbuhan air (recharge areas) merupakan wilayah kerja program, dimana minimum 800 unit SR akan dibangun bersama masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan karena SR ini akan dibangun di pekarangan mereka. Disamping memperbanyak debit mata air, SR telah terbukti memperbanyak air di sumur2 masyarakat dimana SR dibangun.

PROGRAM

Program Sumur Resapan (SR) merupakan kerjasama tiga pihak: Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) dari USAID; dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) sebagai pelaksana program. Program ini akan berlangsung selama setahun, selesai sekitar bulan September 2015. Lokasi kegiatan difokuskan di tiga mata air: Ubalan (desa Balesari, kecamatan Ngajum), Polaman dan Mlaten (desa: Kalirejo, Bedali, dan Toyomarto, kec. Lawang). Hasil utama program adalah terbangunnya minimal 800 unit SR berkapasitas @ 8 m3 di wilayah imbuhan air dari ketiga mata air tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut membangun SR dalam rangka melestarikan air bersih mereka. Dalam beberapa hal akan dipertimbangkan pelaksanaan konsep imbal jasa lingkungan. Pada awal program akan dilakukan diskusi dan konsultasi intensif dengan masyarakat calon partner program, melalui berbagai media misalnya diskusi terfokus (focus group discussions), pertemuan masyarakat (community meetings), ataupun temu warga (community gatherings). Esensi program adalah mengajak masyarakat untuk aktif melakukan konservasi air di wilayah mereka.

Ida Murni (Asisten Program Jakarta)

Hadi Winoto (Kordinator Lapangan Malang)

Risa Erwina (Administrasi dan Keuangan Malang)

Aprogo Puriyati (Fasilitator Ngajum Ngajum, Malang)

TBD (Fasilitator Lawang Lawang, Malang)

Alamat kantor:

YBUL Jl. Bacang 2/8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130. Telp. 021-7206125

Kantor Ngajum Jalan .. Telp.

Kantor Lawang Jalan Telp.

 

Welcome to our website,

YBUL is a non-profit organization in Jakarta, established in 1993.

YBUL promotes community-based renewable energy development through collaborations and innovative solutions.

YBUL is experienced and specialized in promoting and implementing programs in:

Rural Electrification - Community Empowerment - Environmental Financing Mechanism - Clean Development Mechanism - Green Energy Development

More information? Please contact us by email ybul@ybul.or.id or phone: +62 21 720 6125

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday959
mod_vvisit_counterThis week9062
mod_vvisit_counterAll days12480595

We have: 6 guests, 8 bots online
Jul 21, 2017